Cara Tepat Menggunakan Indikator MACD Agar Menghasilkan Profit – Garut Selatan Net

Cara Tepat Menggunakan Indikator MACD Agar Menghasilkan Profit – Garut Selatan Net

Cara Tepat Menggunakan Indikator MACD Agar Menghasilkan Profit – Selamat sore sahabat GSN dimanapun berada, apa kabarnya nih, baik-baik saja bukan? semoga kita semua selalu berada dalam perlindungan Allah SWT, Aamiin.

MACD merupakan kependekan dari Moving Average Convergence/Divergence yaitu sebuah indikator yang dibuat oleh Gerald Appel sekitar akhir tahun 1970an. MACD adalah sebuah indikator yang biasa dugunakan untuk menunjukan nilai rata-rata pada periode tertentu. Indikator ini juga biasa digunakan untuk mengetahui trend dengan menghubungkan sebuah garis moving avarege dengan kurva batang.

Perpaduan ini akan menunujukan trend yang sedang terjadi. Dua garis MACD ini bisa digunakan sebagai sinyal ataupun pemicu (trigger) untuk melakukan pembelian atau penjualan dengan lebih baik. Posisi dari buy dan sell akan terlihat dari dua garis moving avarage yang berpotongan, posisi garis dengan periode terbesar akan menentukan buy atau sell.


Baca Juga: Cara Setting dan Menggunakan Indikator Fibonacci Retracement di dalam Trading

Jika kamu yang sudah terbiasa dengan cara ini, maka untuk menentukan titik buy atau sell akan mudah dilakukan dan kemungkinan terjadinya false signal akan cukup rendah. Untuk mengetahui dimana saja kesalahan yang terjadi maka lakukanlah beberapa kali percobaan menggunakan indikator MACD ini.

Agar kamu lebih memahami indikator MACD ini, ada beberapa langkah yang harus kamu pelajari agar indikator ini berjalan dengan benar. Yuk langsung saja simak cara-caranya di bawah ini.

Untuk membaca MACD ini sangatlah mudah, kamu hanya perlu memperhatikan 3 hal pada grafik yang muncul.

Penentuan garis Entry bisa dilakukan dengan melihat ada atau tidaknya garis sinyal yang memotong histogram dan akhirnya bergerak menjauh. Kalu histogram berads di atas, titik entry digunakan untuk wal posisi sell. Sementara itu jika titik histogram berada di bawah, titik entry di gunakan untuk posisi buy.

Di dalam menentukan titik entry ini kerap terjadi kesalahan akibat false sinyal. False sinyal ini akan menyebabkan kerugian yang cukup besar sehingga kamu harus melakukan trading dengan sangat berhati-hati agar resiko dalam trading bisa di perkecil.

Cara setting MACD yang benar adalah dengan melakukan penyesuainan bterhadap kololm Fast MA, Slow MA, dan MACD MA.

Settingan ini dapat kamu otak-atik sendiri, tapi dari beberapa trial and error setingan di atas merupakan yang terbaik. Berikutya pada settingan EMA pilih Exponential agar analisis bisa berjalan dengan baik dan lancar. Setelah settingan ini berjalan dengan baik maka klik OK dan akan langsung muncul tistogram dengan warna putih dan garis sinyal.

Artikel Rekomendasi:

Demikianlah artikel mengenai cara tepat menggunakan Indikator MACD agar menghasilkan profit yang dapat GSN sampaikan. Semoga bisa bermanfaat untuk sahabat pembaca dimanapun. Tetap ikuti GSN karena masih banyak artikel menarik lainnya yang akan kami bagikan kepada sahabat.

Sekian dan terimakasih

pencarian yang banyak dicari:

Tampilkan

source

About the Author

Leave a Reply

error: Konten dilindungi !!
adana eskort - eskişehir eskort - eskort mersin -

taşlı led avize